Post Details

research
  • 22 Jul 2021

5 Tips untuk Orangtua Agar Bisa Bantu Anak Belajar di Rumah Tanpa Emosi

Sejak Maret 2020, pemerintah Indonesia menerapkan pembatasan sosial untuk menghentikan penyebaran Virus Corona COVID-19, tak terkecuali bagi mereka yang masih bersekolah yang harus menerapkan sistem belajar di rumah. Melalui sistem ini, keluarga dituntut untuk bertanggung jawab dalam pembelajaran anak-anak mereka dengan arahan dari sekolah.

 

Namun, pertama dan terpenting, kita semua harus mencoba mengingat bahwa orangtua bukanlah guru yang terlatih. Bahkan pendidik terlatih pun terkadang kesulitan mengajar anak-anak mereka sendiri. Juga, anak-anak merasakan pengaruh pandemi ini pada kehidupan sosial mereka.

 

Kurangnya interaksi sosial tersebut tanpa sadar menciptakan rasa stres pada anak saat belajar dari rumah, sehingga ia merasa tertekan dan kesulitan dalam memahami pelajaran, khususnya mereka yang masih membutuhkan perhatian dari orang tua secara ekstra.

 

Orangtua yang pada dasarnya bukanlah seorang pendidik ditakutkan akan emosi, sehingga muncul tindakan yang tak terkendali yang bisa berujung pada kekerasan verbal hingga yang terburuk, kekerasan fisik pada anak.

 

Untuk menghindari hal itu, orangtua harus mencoba memimpin dengan cinta, dan ingat bahwa hubungan yang kuat akan memberikan energi positif untuk si anak.

 

Dengan dasar tersebut, berikut adalah beberapa tips untuk membantu orangtua untuk menjaga anak tetap fokus, tertarik, dan seimbang saat belajar dari rumah tanpa perlu dirundung emosi, merangkum commonsense.org, Rabu (16/9/2020):

 

1. Menyiapkan Hal-Hal Utama

 

Buat sudut ruangan khusus yang dikhususkan untuk belajar, berkreasi, dan membaca. Biarkan anak membantu menyiapkan ruang tersebut meskipun itu hanya meletakkan kotak pensil. Mempersiapkan ruangan akan mensugesti mereka untuk bersiap belajar.

 

Tetapkan rutinitas

 

Anak kecil membutuhkan lebih banyak aturan, jadi pastikan untuk memberi tahu mereka apa yang harus mereka kerjakan. Anda dapat membuat jadwal yang dapat mereka ikuti, seperti menggunakan kalender, agenda atau papan tulis.

Minta mereka mengikuti rutinitas seperti yang biasa dilakukan saat ke sekolah (berpakaian seragam, menggosok gigi, dll.) Daripada berbaring di tempat tidur yang dapat menyebabkan kurangnya minat belajar.

Istirahat sangat penting, terutama untuk anak-anak, jadi pastikan untuk membantunya membagi waktu dan memecah tugas menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Pahami ekspektasi pembelajaran jarak jauh

 

Pelajari apa yang sekolah dan guru harapkan seputar pembelajaran online. Buat bersama perjanjian pembelajaran dengan anak untuk membantu mengatur sistem pembelajaran jarak jauh.

Jika anak-anak berbagi fasilitas dengan saudara kandungnya, pastikan mereka memahami pembagian penggunaan perangkat, termasuk siapa yang dapat melakukan apa di perangkat dan kapan.

 

2. Menjaga Mereka Tetap Fokus

 

Ketika sulit bagi anak Anda untuk fokus, cobalah untuk tetap dekat. Pertimbangkan untuk menyiapkan kata yang sekiranya dapat membantu mereka kembali ke jalurnya.

Hanya bergantung pada keadaan anda tidak mungkin membuat anak anda tetap dalam pantauan untuk menjaga mereka tetap fokus. Cobalah untuk memastikan bahwa anda atau anggota keluarga lainnya sangat memperhatikan mereka.

Jauhkan hal yang mengganggu

 

Bicaralah dengan anak-anak tentang hubungan antara tubuh dan otak dan apa yang akan terjadi jika mereka merasa frustrasi, bersemangat, atau sedih. Pemahaman ini akan membantu anak-anak mengenali dan mengelola emosi mereka.

Jika Anda memiliki perangkat lain di rumah, jauhkan dari jangkauan anak Anda jika memungkinkan. Ini juga bisa berarti mematikan telepon dan menyingkirkan remote TV.

Belajar sambil bermain

 

Anak-anak kecil yang merasa kebingungan mungkin akan tertarik jika melakukan permainan peran. Berikan peran kepada anak anda sebagai mitra kerja, guru, atau peneliti untuk membantu mereka memenuhi tugas.

 

3. Ciptakan Rasa Memiliki dan Hargai Kerja Keras

Cara Baru Dampingi Anak Belajar Sambil Tetap Bekerja dan Produktif 

Jika ada celah saat sedang belajar, kaitkan dengan apa pun yang disukai anak Anda, seperti hewan, Minecraft, sihir yang sekiranya dapat digunakan untuk belajar. 

Saat menyusun susunan tugas yang akan dilakukan, tanyakan kepada anak-anak apa yang mereka sukai. Misalnya, jika matematika adalah mata pelajaran tersulit bagi anak Anda, apakah mereka lebih suka melakukannya terlebih dahulu atau terakhir.

Tetap menjalin komunikasi dengan guru anak anda, dan dorong mereka untuk menceritakan kepada gurunya tentang apa yang mereka butuhkan, termasuk hal-hal positif, tantangan, dan kebaikan.

Mengapresiasi hasil kerja mereka

 

Biarkan anak anda menggantung hasil gambar, tulisan, atau tugas lainnya yang mereka kerjakan di rumah Anda. Ini menunjukkan kepada mereka bahwa Anda bangga dan menghargai pekerjaan mereka.

Bahkan anak-anak besar suka ketika Anda menunjukkan rasa bangga anda kepada mereka dengan memamerkan hasil kerja mereka dan memuji kerja keras mereka.

Berikan pujian yang mendetail

 

Daripada hanya mengatakan "kerja bagus", coba berikan pujian yang lebih spesifik tentang pekerjaan anak Anda. Jika mereka berusaha keras, beri tahu mereka bahwa Anda memperhatikan. Sudahkah mereka membuat kemajuan? Apakah mereka menggunakan teknik baru? 

Dorong pola pikir berkembang, yang berarti mengingatkan anak-anak bahwa ini bukan tentang menjadi baik atau buruk dalam sesuatu, tetapi berusaha menjadi lebih baik dalam hal itu.

 

4. Gunakan Hal-Hal yang Memotivasi

 

Bangun jembatan dari hal-hal yang disukai anak Anda ke mata pelajaran sekolah yang belum mereka sukai. Jika mereka menyukai olahraga tetapi tidak suka membaca, temukan novel tentang sepak bola untuk membangkitkan minat. 

 

Visualisasi adalah segalanya

 

Bagaimana Anda memvisualisasikan suatu aktivitas membuat perbedaan besar dalam perasaan anak-anak tentangnya. Anda bisa menjadikan kegiatan menyusun tugas mrnjadi sebuah permainan agar lebih menyenangkan. Atau, biarkan mereka menggunakan potongan sereal sebagai media untuk soal matematika dan memakannya setelah mereka menyelesaikan soal.

Gunakan konsekuensi alami

 

Anda bisa memberikannya penghargaan atas hal yang dia capai dengan memberinya sesuatu yang ia suka. Jika ia menyukai video game, anda bisa mengatakan, "Kita punya waktu tiga jam di malam hari, jadi jika Anda berusaha keras untuk menyelesaikan pekerjaan Anda, Anda akan punya waktu untuk memainkan video game Anda."

 

5. Menciptakan Suasana yang Positif

 

Jika anak anda ketahuan mengatakan hal-hal negatif tentang diri mereka sendiri, tanyakan secara pelan-pelan kepada mereka apa yang akan mereka katakan kepada teman dalam situasi yang sama. Sama halnya dengan orang tua yang terkadang menyalahkan diri sendiri, tetapi apa yang akan dikatakan seorang teman baik kepada Anda? Apa yang akan Anda katakan kepada teman Anda?

Cobalah membuat daftar hal yang harus disyukuri bersama anak anda untuk memberi anak anda perspektif dan fokus yang baru.

Dapatkan bantuan saat Anda membutuhkannya

 

Anda tidak akan selalu tahu bagaimana membantu anak Anda. Jika itu terjadi, segera pikirkan tentang siapa yang dapat membantu anda.

Komunikasikan dengan sekolah tentang perkembangannya, arahkan dengan hal-hal positif terlebih dahulu karena penting bagi guru untuk mengetahui apa yang berhasil dan tidak  sehingga mereka bisa memberikan bantuan.

Selipkan sesuatu yang menghibur

 

Terkadang untuk refereshing kita hanya perlu menggerakkan tubuh kita. Cobalah melakukan kegiatan yang sekiranya menyenangkanselama 5 menit untuk membantu semua orang mengatur ulang dan membawa energi baru ke hari itu.

Menemukan yang lucu saat pembelajaran sangatlah positif. Contohnya berikan jawaban yang konyol yang membuat anak anda tertawa dan minta mereka untuk mengkoreksi jawaban anda.

 

Sumber : www.liputan6.com