Dibalik panggung Festival Literasi:
karya anak, Doa para pendidik.

Festval Literasi Sekolah Alam An-Naba bukan sekadar panggung penampilan, ratusan buku yang tercetak, atau ramainya bazar yang menghidupkan suasana. dibalik semua karya keren yang tersaji, ada proses panjang yang dilalui dengan penuh kesabaran, cinta, dan keikhlasan. setiap penampilan anak-anak yang tampil dengan percaya diri di atas panggung, setiap lembar buku yang lahir dari tangan-tangan kecil penuh dengan imajinasi, serta setiap sudut bazar yang ramai oleh kebersamaan, merupakan buah dari pendampingan yang tiada henti. para Fasilitator hadir, bukan semata-mata menjadi pengajar, namun menjadi penuntun yang membersamai proses bertumbuhnya- mendengarkan, mengarahkan, serta menguatkan. 

manajemen sekolah juga menjadi pegerak yang memastikan setiap ikhtiar, berjalan selaras dengan visi pendidikan yang dihapuskan pada nilai keimanan, adab, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Sementara itu, kehadiran kakak santri CQC yang sedang menempuh masa MAP (program magang mahasantri) disekolah alam saat ini, menjadi warna tersendiri- menghadirkan semangat dan energi kebaikan. semua bersatu dalam satu tujuan besar, yakni untuk menumbuhkan generasi pembelajar yang berakhlak, berdaya, dan peduli pada lingkungan, serta sesama makhluk hidup. dalam setiap prosesnya, doa-doa kebaikan selalu dipanjatkan, agar setiap langkah kecil anak-anak hari ini menjadi lompatan besar untuk masa di depannya. 

besar harapan kami, agar karya-karya yang dihasilkan tidak berhenti sebagai kenangan seuah festival tahunan, namun menjadi awal dari perjalanan panjang anak-anak dalam mencintai ilmu, menebarkan manfaat, dan menghadirkan kebaikan bagi umat dan semesta alam. Dengan izin Allah SWT. semoga setiap usaha yang telah kita lakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, menumbuhkan kebaikan dari generasi ke generasi. 

Festival Literasi 7.0